|
Kesehatan
Keadaan kesehatan penduduk merupakan salah satu cermin dari tingkat
kesejahteraan masyarakat. Kondisi kesehatan penduduk tersebut sangat
didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang cukup
memadai. Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang cukup
lengkap diharapkan kondisi kesehatan penduduk juga semakin baik.
Tingkat kesehatan penduduk yang semakin baik turut berperanan
penting dalam mempersiapkan kualitas sumberdaya manusia.
Sementara itu, permasalahan utama pembangunan kesehatan saat ini
antara lain adalah masih tingginya disparitas status kesehatan
antartingkat sosial ekonomi, antarkawasan, dan
antarperkotaan-perdesaan. Permasalahan lainnya adalah terjadinya
beban ganda penyakit, kualitas, dan pemerataan masih rendah karena
keterbatasan tenaga dan peralatan, pelindungan masyarakat di bidang
obat dan makanan masih rendah, dan perilaku masyarakat tidak
mendukung pola hidup bersih dan sehat.
Selain permasalahan mendasar seperti itu, terdapat beberapa isu yang
perlu penanganan segera. Yang pertama adalah pelayanan
kesehatan terhadap penduduk miskin. Status kesehatan penduduk miskin
cenderung lebih rendah.
Penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama pada
bayi dan balita, juga lebih sering terjadi pada penduduk miskin. Hal
ini terkait erat dengan terbatasnya akses terhadap pelayanan
kesehatan, baik karena kendala geografis maupun kendala biaya (cost
barrier).
Masalah kesehatan lain yang menimbulkan perhatian cukup besar adalah
kasus busung lapar. Kurang
energi dan protein tingkat parah atau busung lapar menyebabkan
gangguan kesehatan, bahkan menyebabkan kematian. Faktor
penyebab terjadinya gizi buruk adalah rendahnya konsumsi energi
dan protein serta serangan penyakit infeksi. Adapun penyebab tidak
langsung adalah rendahnya ketersediaan pangan tingkat keluarga; pola
asuh ibu kurang memadai; dan terbatasnya ketersediaan air bersih dan
buruknya sanitasi lingkungan.
Jumlah
fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Minahasa Selatan dapat
dilihat pada tabel berikut ini :
Sarana
Kesehatan Di Kabupaten Minahasa Selatan
|
No
|
Jenis
Sarana
|
Jumlah
|
|
1
|
Rumah
sakit Umum Daerah (RSUD)
|
1
(sedang
dalam Proses Pembangunan)
|
|
2
|
Rumah
Sakit Umum Swasta
|
2
|
|
3
|
Puskesmas
Rawat Inap
|
10
|
|
4
|
Puskesmas
Rawat Jalan
|
6
|
|
5
|
Puskesmas
Pembantu
|
68
|
|
6
|
Puskesmas
Keliling Roda Empat
|
5
|
|
7
|
Pondok
Bersalin Desa (Polindes)
|
86
|
|
8
|
Apotik
|
2
|
|
9
|
Toko
Obat
|
6
|
|
10
|
Optik
|
1
|
|
11
|
Pengobatan
|
2
|
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, 2006
Sedangkan
tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan tergambar
dalam tabel berikut ini :
Tenaga
Kesehatan Di Kabupaten Minahasa Selatan
|
No
|
Jenis
Tenaga
|
Jumlah
(Org)
|
|
1
|
Dokter
Spesialis
|
-
|
|
2
|
Dokter
Umum
|
34
|
|
3
|
Dokter
Gigi
|
1
|
|
4
|
Magister
Ilmu Kesehatan Masyarakat (M.Kes)
|
-
|
|
5
|
Apoteker
/ Sarjana Farmasi
|
-
|
|
6
|
Sarjana
Kesehatan Masyarakat
|
-
|
|
7
|
Sarjana
Non Kesehatan
|
-
|
|
8
|
Ahli
Madya Gizi
|
-
|
|
9
|
Ahli
Madya Penilik Kesehatan
|
-
|
|
10
|
Ahli
Madya Keperawatan
|
-
|
|
11
|
Ahli
Madya Kebidanan
|
-
|
|
12
|
Perawat
Kesehatan (SPR & SPK)
|
219
|
|
13
|
Bidan
(Bidan PNS & Bidan PTT)
|
123
|
|
14
|
Perawat
Gigi
|
16
|
|
15
|
Sanitarian
(SPPH)
|
16
|
|
16
|
Asisten
Apoteker (SMF)
|
5
|
|
17
|
Pengatur
Gizi (SPAG)
|
-
|
|
18
|
Pembantu
Paramedis (Penjenang Kesehatan)
|
52
|
|
19
|
Pekarya
Kesehatan
|
9
|
|
20
|
SMU
|
47
|
|
21
|
SMP
|
8
|
|
22
|
SD
|
-
|
|
23
|
Tenaga
Lain (Honorer)
|
6
|
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, 2006
Pelayanan kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan masih kurang
memadai karena belum adanya Rumah Sakit yang representatif untuk
pasien yang kondisinya berat, serta masih terbatasnya tenaga medis
yang dibutuhkan seperti :
Dokter Umum, Dokter Spesialis bahkan tenaga kesehatan lainnya
seperti ; Ahli Madya Gizi, Apoteker, Sarjana SKM belum ada.
|